Sabtu, Januari 31, 2015

合格した!

また一級合格した!
またって?
そう!また日本語能検一級を受けて、また合格した!
暇で受けたんじゃない、、
だけです。
日本語能検の時に日本語学科の先生、同級生、先輩と後輩が集まり、同窓会みたいなものになるから、
後、試験を受けると自覚してるから、日本語の勉強も抜けないように、
満点目指したけど、やはりまだまだ遠い。
読解と聴解は満点できたけどね#ゴホンツ
つまり、問題があるのは言語知識です。
満点まではまだ遠く、文法はA取れたけど、文字・語彙がまだまだB!
点数は、昨年と比べて、ずっと上だが、
やはり悔しい!
今年も受けようかな( 笑 )
いや、マジで受けるわ。
満点が取れた後輩もいるから、満点取れるまで受けるかも。
最近、ずっとダラダラしたい自分にはだんだんダメになってる気もするから、負けず嫌いでアンビシャスな昔の私を戻したい。
この能検の結果を見て気付いた事ある。
負けず嫌いな自分がだんだんいなくなってるのは比べる人がいないからだ。
学校ではクラスメイトとテストを受けて、誰より高い点数取れたら満足、一人でもより高い点数取れた人がいたら、次のテストでリベンジできてもずっと悔しがってる自分が懐かしい。
ちょっと昔の自分が嫌な奴だと思うは思うけどね( 笑 )
人が様々であり、比べられるものではないと認めてからかな?
ま、確かにそうだけど、自分の成長のために、それを認めながら、誰よりも上を目指している自分に戻る!
できるかな?
おっと、いかん!いかん!
昔の私はそのような質問をくだらない疑問だと思い、それを深く考えずに「やって見なきゃ分かんないだろうが」いつも考えている。
(やはり、私は嫌な奴だったな、おい)
程々にするように、最近頭に残った以下の言葉、
You're always thinking whether you could do something or you couldn't.
But you never stop to consider if you should
言葉が上の文ととぴったりじゃないと思うけど、意味は大体同じ。
よーし!頑張るぞ!


Jumat, Januari 30, 2015

HAPPY BIRTHDAY ME!

Happy birthday me!
And all of you who were born on January 29th too..
I know some of them. Do you know Hyde form L'arc en Ciel?
Or Kyari Pamyu Pamyu?
Yeah, they were born on January 29th too.. Just google it..
Oh, and Oprah Winfrey!
Happy birthday!!
Oh, it's already January 30th in Indonesia, so happy birthday for you too! 

Btw, I want to meet them soon.. 

Jumat, Januari 16, 2015

ダ・ジ・ャレ♡

今、すっごくどうでもいいことを考えた、、
私の友達の中に「Sarah」という人が何人かいます。
日本語で書くと、「サラー」と書く人も「セイラ」と書く人もいます。
この名前はダジャレの対象になりやすいなと考えた。
「サラーさんの髪がさらさら」とか、「サラーさんは髪をさらさらにしてさらに可愛くなった」とか「セイラさんはセーラー服を着ています」とか、、
今、私がいる場所はエアコンが効きすぎて、それで震えているからこんな寒いダジャレが思い浮かんだかも
ま、勝手に人の名前を使ってダジャレを言ったなど、Sarahさん達に失礼なことをしました、、
ごめんなさい
ガナは悪いつもりあらへんかったがな~

Kamis, Januari 15, 2015

Make Up

Hi,
So, today my friend Fitri suddenly wanted to do a make up to my face.
I'm not very detailed about make up, so I think she did a good job..
I do have my own make up kit, but not as complete as she does..
Then I took a selfie and send it to my other friend Ardha..
She said she liked it, but she thought that I didn't need "too much" make up because it's just "not me" (She knows me very well ♡ )
But still, I should do make up for wedding reception, she said.
Then I told her that I did my own make up when I was attending my high school friend's wedding, but that high school friend Puri said that my make up wasn't thick enough..
I then I told Ardha that I did my own make up for my graduation day too, and her reaction surprised me.
She thought I didn't put any make up in my graduation!
That made me think, am I really that bad at make up? Or do I hate thick make up so much, that a light make up already too thick for me?
But well, I will be 24 soon, so I think I need to learn about make up..
Oorr not.. I don't have time for it.. Maybe I just don't want to spend my time for make up..
Aah, well.. I will be 24..That's just a number.. I can be forever 15 if I want..
Hahaha..
Good night..
Here's a picture of my graduation day and today's make up..
(Cum Laude! Yeah!)

(The light made my skin looks brighter than my graduation day.. LoL)

Minggu, Januari 04, 2015

Happy New Year! (4 days late though)

Hi. Just like this post's title, happy new year!
Can't believe it's already 4 days after 2014 ended!
And my days-off ends today! I have to got back to work tomorrow!
I have planned to read some books or research papers, but yeah, I spent most of the time lazying around..
I even finished the 10 seasons of Friends! Well, I started watching it again from around November (I think) and I just finished the last episode of the 10th season..
But well, I did read some books, take my dog for walks so much, I even take him by bicycle which then I fell and hurt my knee! I went to my high-school friend's wedding, met and hang out with my high-school gang after that..
I want to take my dog for walks, but my knee still hurts.. And when I think I have to go back to work tomorrow, I lost the will to do anything..
Long holidays went really fast.. And it made me lazier..
I think I need some cakes..

Selasa, Desember 23, 2014

Curhatan dan Pengingat untuk Diri Sendiri

Saya bosaan.. #plakk

Lusa sudah libur Natal dan Tahun Baru. Lumayanlah, libur 10 hari.
Niatnya sih, mau nyelesaiin baca buku yang dibawakan temenku dari Jepang pas dia main ke sini, tapi ga tau deh jadinya gimana.
Pingin makan ini, makan itu, nonton ini, nonton itu.
Lagi nonton ulang Friends (dah selesai 7 season, kurang 3 season lagi), sama K-ON!! (kurang 9 episode). Habis itu, bisa jadi aku malah nonton yang lain, The Legend of Korra misalnya. Season terakhirnya dah selesai nih sepertinya.
Berkat itu saya jadi jarang banget nonton TV. Yah, TV di rumah juga bukan TV kabel sih, jadi cuma bisa lihat channel umum yang seringnya isinya kurang menarik dan mendidik (menurutku sih).

Sebenarnya aku hari ini dikasi tugas membuat laporan tentang undang-undang dan peraturan lainnya yang baru saja disahkan di Indonesia (lagi). Ya, sebelumnya aku pernah dikasih tugas ini juga. Aku tanya sama asisten peneliti di kantorku gimana aku bisa ngecek tentang itu dan kemudian diberi tahu untuk mengecek situs DPR Legislasi. Tapi sepertinya situs itu jarang di-update. Dan anehnya aku juga ga heran dengan hal itu. Dalam bayanganku memang situs-situs pemerintah itu memang jarang diurus. Barusan aku coba masuk pas nulis ini, sepertinya sedang diganti formatnya. Jadi lebih bagus, aku ga tau ada hubungannya dengan pergantian Presiden atau ga. Pak Jokowi kan slogannya, "Kerja, kerja, dan kerja!". Sayangnya belum selesai proses pergantian format situs itu. orz
Lalu, waktu itu aku coba googling sebisaku. Dan aku menemukan situs hukumonline.com yang lumayan update mengenai itu. Tapi ternyata, undang-undang yang bisa diunduh di situs itu hanya sampai undang-undang yang disahkan bulan Oktober. Jadi waktu itu aku buat saja laporan tentang undang-undang yang disahkan pada September 2014 hingga Oktober 2014.
Nah, aku saat ini diminta cari yang undnag-undang yang disahkan pada bulan November dan sesudahnya.
Aku lupa bagaimana awalnya aku menemukan situs bphn.go.id ini. Situs ini adalah situs yang dikelola Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia. Dan sepertinya lebih update dari situs yang kugunakan sebelumnya. Tapi kalau dipikir, ya iya laaahh.
Kemenhumham kan gudangnya hukum dan undang-undang gitu. Masa kalah sama situs komersial? (ada beberapa bagian di hukumonline.com yang hanya bisa dibuka oleh pemilik akun berbayar)
Tapi masalah yang terjadi saat ini adalah, situsnya lagi down atau apa, aku ga bisa buka halaman lain selain halaman beranda-nya! Itu pun rada lelet masuknya.
Oumaigaaaadd... Kalau gini, di mana aku harus mencari tahu tentang undang-undang baru? Situs hukumonline.com juga belum di-update.
Paling ga, biar aku tahu dulu gitu, undang-undang apa yang disahkan, dari situ aku bisa cari tahu tentang berita untuk undang-undang itu. Hiks.

Begitulah awalnya sampai akhirnya aku malah menulis di sini.. #plakk

Ah iya, aku harus mikirin tema juga untuk proposal penelitian biar bisa daftar Monbusho lagi tahun depan. Kenkyuusei kalau ga salah batas umurnya sampai 30 tahun, jadi memang aku masih punya banyak kesempatan untuk mencoba lagi. Tapi siapa juga yang mau nyoba terus sampai 7 kali gitu. Karena pendaftarannya sekali setahun, 7 tahun perjuangan donk...
Tapi semoga saja aku ga perlu sampai 7 tahun begitu. Semoga Allah memberikan kemudahan dan ridhaNya supaya aku bisa lolos di usaha yang kedua ini. Amin.

Tapi selain berdoa, usahaku juga harus dimantepin nih...
Mulai dari, baca-baca buku biar dapet ide sana!

Tapi akhir-akhir ini yang kubaca berhubungan sama hukum. Padahal bidangku dulu bahasa...
Kalau mau monbusho kan bidangnya harus sama dengan bidang saat S1. Auhh...
Yah, itu harus dipikir serius mulai lusa.
Karena hari ini dan besok aku masih masuk kerja!
Kerja dan kerja!

Jumat, Desember 05, 2014

Random Babble for Dateless-December

I'm sooo hungry!!
But I got that report that I have to finish today!
And I can't go home unless I finished that report..
But I just feel like I don't want to do it right now.. I think maybe this rainy season made me lazier than usual..
And it's almost new year so I  have to spend my girigiri power before New Year's Eve.. Yeah, I spent so much of it at the beginning of this year for my graduation thesis, but there's some of it left, and I want to use it all, so I can get my fresh and new girigiri power at 2015..
Because, you know, you got your girigiri power once a year, so you have to use it wisely if you want to have it all the year round..
...
...
...
Ooww Maaiii Gaawwd!! Can you believe that it's less than a month before 2014 is over?
I got a little more excited now! Yep, only a little, because after this Dateless-December, there will be Just-Me-January, and Forever-Alone-February.
Hahaha...
Whatever. I'm not the type of girl who chasing boys to date, but the girl who fall in love with someone who was friend at first, then we got close, and taraaaa, then I felt that I can be myself if I'm with him, and then start to think that maybe, he is the destined person for me.
And, that's why I'm sure that I will be still single next year.
But can't be too sure.. Well, I'm still young, I'll have some encounter to new people, or I can meet my old friends again... Future is full possibility right?

And talking about young... In less than two month I will be 24.. Yay!
Or, not yay! Because I love the number 23! It's half of 46!
Human has 23 pairs of chromosomes in their DNA, so that's make human has 46 chromosomes!
Or I'll just say that it's the number of Valentino Rossi's bike. Hahaha...
I'm so gonna watch MotoGP live with my own eyes in Motegi Japan someday!
So yeah, I'll be 24. Yay, because I don't think I likes it that much when I'm 23..
I mean, okay, I graduated university, I got a job, etc, but then, I don't know, I'm busier than before, I'm not meeting my friends as much as when I was a student..

Maybe I'm just feeling alone...

And now I realized it's almost noon, and I still have that report I have to finish...
Oh God... I really don't wanna do it right nyaw...
But... See you...

Selasa, November 25, 2014

Ayo Pakai Pertamax

Menanggapi soal kenaikan harga BBM dan kritik-kritik terhadap Jokowi, saya cuma mau bilang,
Ya udah lah harga BBM naik, Jokowi bilangnya juga subsidinya untuk dialihkan ke sektor yang lebih produktif kan?
Kalau mau protes, nanti dulu setelah tahu hasilnya. Mengubah dan memperbaiki Indonesia itu ga bisa kalau cuma semalam. Karena semua juga tahu Indonesia ini negara yang besar.
Untuk bisa menjadi Indonesia yang lebih baik, kita butuh sengsara dulu. Mungkin sepuluh, atau lima tahun deh, kalau sepuluh tahun kelamaan.
Ga cuma untuk memperbaiki Indonesia aja, untuk memperbaiki nasib juga kan butuh waktu, butuh proses. Kalau waktunya dihabiskan untuk protes-protes, kapan kerjanya?
Daripada protes harga BBM naik, mending cari cara deh buat nambah penghasilan atau melakukan penghematan.
Harga BBM naik pun, kita tetap butuh kan?
Atau, kalau memang pingin yang harganya turun, pakai Pertamax tuh. Sekarang juga beda harganya ga begitu jauh, tapi efeknya ke mesin kendaraan jauh lebih bagus. Apalagi motor dan mobil keluaran baru, saya baca di internet, rasio kompresinya tinggi, jadi mesinnya akan bekerja lebih berat jika dikasih Premium. Kalau pakai Pertamax, kerja mesin akan lebih ringan, sehingga jatuhnya malah lebih hemat daripada kalau pakai Premium!
Mesin lebih awet, jadi ga bakal sering ke bengkel seperti kalau pakai Premium.
Apalagi, kan keren tuh kalau di SPBU bilang ke mas atau mbak penjaganya, "Pertamax donk, Gan." Berasa kaskuser gitu. Hahaha.
Ayo pakai Pertamax, teman-teman!

Kamis, Oktober 09, 2014

Kata Depan dan Imbuhan - “ke” dan “di”

Ini tulisan yang saya tulis juga di Kompasiana, (link, klik di sini) dengan judul yang sama.
Tapi sepertinya perlu juga untuk saya share di sini. :)
Jadi langsung saya copas dari draft di situ. Hehehe.

Tentang penggunaan "di" sebagai kata depan dan sebagai imbuhan sebenarnya sudah pernah saya tulis sebelumnya, di tulisan saya yang berjudul, "Penggunaan "di" Sebagai Kata Depan dan Imbuhan - Grammar Nazi Bahasa Indonesia". Namun, karena masih sering menemukan kesalahan yang sama, jadinya saya berpikir untuk menulis lagi tentang "di", ditambah dengan "ke".
Saya menambahkan "ke", karena sama seperti "di". Keduanya adalah kata depan yang memiliki kesamaan bunyi dan huruf dengan imbuhan "ke-" dan "di-".
Kalau dijelaskan dengan tulisan, bisa langsung tahu, mana yang kata depan, dan mana yang imbuhan, karena yang imbuhan diikuti dengan tanda "-" yang menunjukkan bahwa morfem (biar mudah, kita sebut "kata" saja, ya) tersebut tidak memiliki arti sebelum dilekatkan (diikuti) oleh kata lain. Sehingga "ke" dan "di" sebagai imbuhan ("ke-" dan "di-") penulisannya tidak perlu dipisah.
Dan untuk imbuhan menurut saya tidak masalah, karena kesalahan yang sering saya temukan adalah penulisan "ke" dan "di" sebagai kata depan. Sebagai kata depan, kedua kata ini penulisannya harus dipisah dengan kata yang muncul setelahnya.
Membedakannya sebenarnya mudah.
Untuk "di", tinggal dilihat saja apakah dia adalah predikat sebuah kalimat pasif atau tidak. Kalau iya, berarti itu imbuhan, jadi disambung. Kalau tidak, berarti kemungkinan dia adalah kata depan yang menunjukkan keterangan tempat.
Untuk "ke", mungkin lebih mudah untuk melacak mana "ke" sebagai imbuhan, karena "ke-" biasanya diikuti "-an". Posisi tanda "-" menunjukkan posisi imbuhan. Kalau dia mengikuti imbuhan berarti awalan (contoh: "ke-", "di-", "me-", "ber-") dan kalau mendahului berarti akhiran (contoh: "-an", "-i", "-kan"). Jadi, kalau ada kata yang diawali "ke-" dan diakhiri "-an", kemungkinan itu kata dasar yang sudah diimbuhi "ke--an".
Misalnya, "kebangsaan", "kemanusiaan", dsb.
Saya bilang kemungkinan loh yaa... (Eh, "kemungkinan" juga bisa jadi contoh kata dasar yang diimbuhi "ke-an"!)
Soalnya, ada juga frasa "ke depan", dan "ke kanan". Hehehe. Jadi harus hati-hati juga.
Kata depan "ke" itu menunjukkan tujuan. Dan karena dia kata depan, jadi penulisannya harus dipisah dengan kata yang muncul setelahnya.
Sepemikiran saya mengenai penyebab kekacauan penulisan ini, adalah booming hp yang bisa sms (short message service, alah, dah pada tahu semua kan?)
Waktu itu untuk bisa berkomunikasi dengan murah, dipilihlah sms. Namanya juga "short message", jadi apa-apa disingkat, deh. Biarpun sekarang sms murah, tapi dengan alasan menyingkat waktu, hampir semua orang menyingkat kata saat menulis sms atau menulis di situasi yang tidak formal  seperti chatting, status FB, nge-tweet, dsb.
Penyingkatannya bisa berupa penghilangan huruf vokal, ditambah penghilangan beberapa huruf konsonan, menggantikan bagian kata yang berbunyi mirip dengan angka, dll. Yang penting lawan bicara bisa menerka apa huruf yang hilang itu, dan bagaimana bunyi kalimat seutuhnya.
Nah, ada satu cara penyingkatan yang menurut saya membuat orang-orang bingung (atau tidak peduli) mengenai pemisahan dan penyatuan penulisan "ke" dan "di". Yaitu menghilangkan spasi pada "ke" dan "di" sebagai kata depan di sms.
Misalnya, waktu mau bertanya, "di mana?", saya sering menyingkatnya menjadi "dmn?", dan ada juga yang menyingkat menjadi "dmna?". Begitu pula dengan "ke mana?", disingkat menjadi "kmn?" atau "kmna?".
Lalu, kebiasaan penyingkatan ini terbawa terus sehingga saat mau menulis yang formal, skripsi misalnya, banyak yang bingung (atau tidak peduli) untuk membedakan "ke" dan "di" kata depan serta "ke" dan "di" imbuhan.
Terus, solusinya bagaimana?
Nah, itu dia. Karena menurut saya ini masalah apakah seseorang peduli atau tidak untuk menggunakan tata bahasa yang baik dan benar, jadi memang harus dimulai dengan kesadaran masing-masing. Harus lebih cermat dan kritis pada tulisan sendiri dan orang lain.
Kalau tidak yakin mana yang benar dan mana yang salah, kan ada mbah google, atau KBBI online.
Saya sempat agak ragu dengan penulisan "ke mana" dan "kemana" saking banyaknya orang yang menulis "kemana". Bahkan ada teman saya yang berpendapat kalau penulisan "kemana" sudah benar karena merupakan kata tanya. Setelah saya coba cek di KBBI online, tidak ada kata "kemana", dan lebih banyak teman-teman yang mengatakan kalau penulisan "ke mana" lah yang benar karena "ke" adalah kata depan, yakinlah saya kalau "ke mana" yang benar.
Itu salah satu alasan saya menulis lagi tentang "di" ditambah "ke" ini.
Alasan lainnya begini, saya dulu kuliah di Fakultas Ilmu Budaya, tapi sekarang bekerja di sebuah kantor di Fakultas Hukum di universitas yang sama. Jadi saya kadang bisa mampir ke fakultas almamater saya itu.
Nah, waktu di sana, ketemu dosen atau teman-teman lama, kadang ditanya, "Gana (panggilan saya) sekarang di Hukum?"
Kalau di tulisan jelas maknanya, tapi kalau dilisankan, bunyinya kan jadi sama dengan "Gana sekarang dihukum?"
Haduh... Saya jadi kriminal apa gitu dihukum?
Ada juga versi lainnya seperti "Gana sudah berapa lama di Hukum?" atau "Gana masih di Hukum?"
Melanggar peraturan apa saya sampai dihukum..?
Hahaha...
Bahasa memang menarik....

Kamis, Agustus 21, 2014

Perbandingan Becak di Jogja dan di Sibolga

Becak adalah sebuah kendaraan beroda tiga yang umumnya berkapasitas dua penumpang dan satu pengemudi. Pengemudi umumnya harus mengayuh pedal supaya becak dapat bergerak ke tempat yang dituju. Kalau saya bilang, seperti sepeda yang diberi tambahan tempat duduk.
Namun, belakangan ini di Jogja dan sekitarnya, mulai banyak bermunculan becak-becak dengan motor sehingga pengemudi cukup mengendalikan kecepatan dan arah becak saja, tanpa harus mengerahkan kekuatan kaki untuk menggerakkan becaknya. 
Heran deh, padahal BBM semakin mahal, malah becak-becak begini bermunculan. Ah, lupakan.

Saya ingin membahas becak yang ada di  Jogja dan membandingkannya dengan becak yang ada di Sibolga, Sumatera Utara. Untuk orang-orang yang pernah ke Jogja, pasti tahu bagaimana bentuk becak yang ada di Jogja, yaitu ada dua tempat yang cukup untuk dua orang dewasa sebagai penumpang di depan, dan satu sadel untuk pengemudi di belakang. Untuk bagian penumpang ada atap yang bisa dipasang hanya dengan menaikkannya saja saat cuaca panas atau hujan. Saya rasa bentuk becak seperti inilah yang umumnya di kota-kota di pulau Jawa seperti Solo, Malang, Surabaya, dsb. 

Becak di Jogja dan sekitarnya
Sumber: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhvokZvNFY3sgvn7qRNWs4jRQM2lAMUTBM4-SBgsj22hGxXM9ECesU5FVYytcuRt_OeMxwdtBi7xffQcK7PFENUn8WK-FGsj3alYjwv1yKTGXm1VZfbKA-rPA16Vz98TLqXEqe5Ytn-dRY/s1600/becakjogja2edrs.jpg


Ada bule yang mencoba mengayuh becak sendiri!
Sumber: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiY2zGtHRxZlKNDX2iOeDRFCK77cmXN0bW1XMQvQ_LWiiUGW7e8rsLTYRYAiDrQE8YTcIzcMK2dTIQQnCyLDNpdUq0AVWli4iOKth9L8-V5Oo1FOFhbHwxagzTY1sibYui-EwMUs3dQzfOJ/s1600/Becak-Yogyakarta-Jogjakarta.gif

Sedangkan becak yang ada di Sibolga, pengemudi berada di sisi kanan penumpang. Selain itu, di depan tempat duduk penumpang yang cukup untuk dua orang dewasa, ada "pagar" yang terbuat dari logam. Saya rasa tujuan "pagar" ini adalah sebagai pegangan penumpang untuk mencegah penumpang terpental saat becak direm mendadak. Atau mungkin awalnya memang hanya untuk keindahan saja. Entahlah. Tetapi waktu saya kecil, saya dan teman-teman saya menggunakan bagian yang menonjol dari pagar ini sebagai tempat duduk tambahan. Sehingga becak ini minimal bisa dinaiki empat anak-kecil. Minimal? Yap. Karena di bagian belakang becak juga masih ada potongan besi yang bisa dipakai sebagai tempat pijakan dua anak kecil. Jadi, sudah ada enam anak kecil bisa naik satu becak. Masih ada lagi? Hahaha. Masih. Tempat duduk si pengemudi yang berbentuk seperti rangka sepeda biasanya memiliki satu boncengan juga di belakangnya. Dan jadilah, saya dan enam orang teman saya saat SD menguasai satu becak untuk berkeliling di daerah sekitar rumah kami. 

Becak di Sibolga
Sumber: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjiHMZaTVM3UUTVhekP-37TdsUdwxd4c-OruW9ByU6Gy7iAZON6UBLnxo-kCkbQHIUo5JfGp29VW3cZHZ5CTxfXSAuM7qxn-TdDf6BFYOEjRchHGuFycjZf6X09xDXQSl4ICjOTgb7XE7w/s1600/becak+selatpanjang+-+Copy.jpg

Pengemudinya di samping, bukan di belakang seperti becak di Jogja
Sumber: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjeHPjRNvHE_ejWFYqlc9pwpBlBRvhp1C83lZTZSs6WRYWRmjUBqRgO2wU0aG6bjOSvoFr9ODLBHcuCHpqhsuFFkH_jCdKTBjl2Suo5J_KKZ98d2_LBmoPMDgdSYUfZWRBGY9RhSCnsyhY/s1600/becak.JPG

"Tempat duduk" tambahan di depan tempat duduk penumpang utama becak ini
malah ada busanya (berwarna merah) supaya lebih empuk dan nyaman
Sumber: http://pemkomedan.go.id/images/pariwisata/1239.jpg

Di bagian belakang becak, 2 anak kecil masih bisa berdiri.
Tapi biasanya dilarang sama orang tuanya. (Ya iyalah!)
Sumber: http://indahnesia.com/Images/Information/SUT/SUT_becak_driver.jpg 
Kalau dari segi efisiensi dan keleluasaan, saya menilai becak di Sibolga ini lebih baik. Jumlah penumpang bisa lebih banyak, kita juga bisa meletakkan barang-bawaan di dekat kaki tanpa perlu khawatir barang bawaan kita terpental saat becak direm mendadak. 
Namun, kalau dari segi perasaan, becak di Jogja membuat kita merasa seperti seorang raja, karena kita tinggal duduk dan bergerak dengan pandangan yang tidak terhalang 180 derajat. Huahahaha..
Yah, tapi ini cuma pendapat pribadi saja, sih.
Dan kalau disuruh memilih, saya mungkin akan memilih becak Sibolga. Tidak ada alasan khusus. Saya memang lagi kangen sama tempat saya numpang tumbuh besar ini. Hehehe.