Tampilkan postingan dengan label thought. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label thought. Tampilkan semua postingan

Jumat, Desember 05, 2014

Random Babble for Dateless-December

I'm sooo hungry!!
But I got that report that I have to finish today!
And I can't go home unless I finished that report..
But I just feel like I don't want to do it right now.. I think maybe this rainy season made me lazier than usual..
And it's almost new year so I  have to spend my girigiri power before New Year's Eve.. Yeah, I spent so much of it at the beginning of this year for my graduation thesis, but there's some of it left, and I want to use it all, so I can get my fresh and new girigiri power at 2015..
Because, you know, you got your girigiri power once a year, so you have to use it wisely if you want to have it all the year round..
...
...
...
Ooww Maaiii Gaawwd!! Can you believe that it's less than a month before 2014 is over?
I got a little more excited now! Yep, only a little, because after this Dateless-December, there will be Just-Me-January, and Forever-Alone-February.
Hahaha...
Whatever. I'm not the type of girl who chasing boys to date, but the girl who fall in love with someone who was friend at first, then we got close, and taraaaa, then I felt that I can be myself if I'm with him, and then start to think that maybe, he is the destined person for me.
And, that's why I'm sure that I will be still single next year.
But can't be too sure.. Well, I'm still young, I'll have some encounter to new people, or I can meet my old friends again... Future is full possibility right?

And talking about young... In less than two month I will be 24.. Yay!
Or, not yay! Because I love the number 23! It's half of 46!
Human has 23 pairs of chromosomes in their DNA, so that's make human has 46 chromosomes!
Or I'll just say that it's the number of Valentino Rossi's bike. Hahaha...
I'm so gonna watch MotoGP live with my own eyes in Motegi Japan someday!
So yeah, I'll be 24. Yay, because I don't think I likes it that much when I'm 23..
I mean, okay, I graduated university, I got a job, etc, but then, I don't know, I'm busier than before, I'm not meeting my friends as much as when I was a student..

Maybe I'm just feeling alone...

And now I realized it's almost noon, and I still have that report I have to finish...
Oh God... I really don't wanna do it right nyaw...
But... See you...

Selasa, November 25, 2014

Ayo Pakai Pertamax

Menanggapi soal kenaikan harga BBM dan kritik-kritik terhadap Jokowi, saya cuma mau bilang,
Ya udah lah harga BBM naik, Jokowi bilangnya juga subsidinya untuk dialihkan ke sektor yang lebih produktif kan?
Kalau mau protes, nanti dulu setelah tahu hasilnya. Mengubah dan memperbaiki Indonesia itu ga bisa kalau cuma semalam. Karena semua juga tahu Indonesia ini negara yang besar.
Untuk bisa menjadi Indonesia yang lebih baik, kita butuh sengsara dulu. Mungkin sepuluh, atau lima tahun deh, kalau sepuluh tahun kelamaan.
Ga cuma untuk memperbaiki Indonesia aja, untuk memperbaiki nasib juga kan butuh waktu, butuh proses. Kalau waktunya dihabiskan untuk protes-protes, kapan kerjanya?
Daripada protes harga BBM naik, mending cari cara deh buat nambah penghasilan atau melakukan penghematan.
Harga BBM naik pun, kita tetap butuh kan?
Atau, kalau memang pingin yang harganya turun, pakai Pertamax tuh. Sekarang juga beda harganya ga begitu jauh, tapi efeknya ke mesin kendaraan jauh lebih bagus. Apalagi motor dan mobil keluaran baru, saya baca di internet, rasio kompresinya tinggi, jadi mesinnya akan bekerja lebih berat jika dikasih Premium. Kalau pakai Pertamax, kerja mesin akan lebih ringan, sehingga jatuhnya malah lebih hemat daripada kalau pakai Premium!
Mesin lebih awet, jadi ga bakal sering ke bengkel seperti kalau pakai Premium.
Apalagi, kan keren tuh kalau di SPBU bilang ke mas atau mbak penjaganya, "Pertamax donk, Gan." Berasa kaskuser gitu. Hahaha.
Ayo pakai Pertamax, teman-teman!

Rabu, Januari 15, 2014

Renungan?

Aku membaca postingan temenku tentang ia yang "dipalak" di bandara..
Kalo bilang dipalak, kesannya pelakunya preman yang brutal banget gitu, ya..? Tapi yang aku tangkep, kayanya sih pelakunya ga sebrutal itu.. Aku cuma ga nemu aja kata yang pas..
Jadi, dia harus nemenin seseorang sebagai penerjemah masuk ke check in counter.. Nah, dia kan ga ada tiket tu, sementara kalo mau ke counter itu harus nunjukin tiket, baru boleh masuk.. Pas dijelasin ke petugasnya, dibolehin tu masuk.. Baru beberapa langkah, ada petugas yang manggil, minta "uang untuk beli kopi"..
Hellaww?? Lu mau beli kopi apa urusan gua??
Itu yang mungkin aku rasakan kalo aku jadi dia.. Untung dia bahasa Indonesianya pinter, jadi bisa ngancem balik si petugas kalo bakal ngelaporin sikapnya itu..

Catatan, cerita ini sepenangkapanku aja, lho.. Aku pernah ngalamin hal serupa, jadi bisa ngebayangin gitu.. Well, mungkin aku tanya lagi selengkapnya ke orangnya..

Terus jadi inget waktu tanteku (atau kakak ya? Dia ntar ngomel kalo kupanggil tante.. Hihi) mau pulang ke Tokyo.. Jadi gini, adik mamaku, nikah ma orang Jepang.. Adik suami tanteku, belajar bahasa Indonesia di UGM Jogja tahun lalu.. Karena urusan pekerjaan, dia harus balik lagi ke Tokyo..
Nah, biasanya kan mahasiswa asing kalo masa studinya habis dan harus pulang, barangnya banyak tu.. Dan pasti bakal kelebihan muatan di pesawat.. Untuk ngatasinya, bisa minta universitas yang bersangkutan untuk ngasih tambahan berat bagasi.. Mintalah dia..
Aku, dua tanteku yang lain, dan beberapa teman tanteku yang mau pulang itu cuma bisa nemenin sampai pintu masuk bandara.. Dia harus ke check in counter sendiri..
Beberapa saat kemudian, aku melihat dia keluar dari pintu bandara dengan seorang petugas menuju kantor Garuda.. Ternyata, bagasinya kelebihan, 22 kilo!
Padahal, menurut dia, kalo bawa surat keterangan dari universitas, dia boleh masukin bagasi berapapun beratnya.. Dan kata petugas Kantor Urusan Internasional (KUI) UGM, surat itu dibawa ke bandara aja dah cukup.. Tapi ternyata, surat itu ga bisa diproses di bandara! Dia harus ngurus di kantor pusat Garuda di Hotel Ambarukmo. Pesawat akan berangkat 1 jam lagi sementara butuh kira-kira 30 menit untuk ke Hotel itu..
Jika dipaksakan bawa bagasi yang kelebihan itu, tanteku harus bayar denda 724 USD! Kira-kira 8 jutaan waktu itu! Padahal tanteku cuma ada uang Yen..
Akhirnya petugas di sana memberi tambahan bagasi 12 kilo..Masalah kekurangan 10 kilo diselesaikan dengan memindahkan barang-barang yang berat ke tas lain yang akan dia bawa ke kabin..

Dari dua cerita ini, ada dua hal yang bisa kudapat,
1. Orang Indonesia masih banyak yang suka ngasih "pajak" ga jelas..
2. Orang Indonesia kalo ngasih tau sesuatu banyak yang suka ga detail.. Kesannya ga tanggung jawab gitu.. Mana sering salah pula.. (Aku mungkin terkesan nyalahin petugas KUI UGM, but hey! I do blame him/her! )

Soal yang pertama, itu hal yang sebenernya udah basi.. Di mana ada uang, di situ ada jalan.. Saking basinya, banyak orang yang cuma ngikut aja.. Banyak yang mikir, "daripada panjang urusannya, bayar aja deh.." gitu.. Makanya ga ilang-ilang tu budaya..
Atau, banyak yang sebenernya sadar itu salah, tapi dah males buat ngingetin.. Ya karena saking basinya tadi!

Kalo yang kedua, yah, mungkin karena pada males ngomong kali.. Tapi, hey, coba bayangkan kalo kamu jadi pihak yang bertanya, apakah kamu tidak mau jawaban sedetail-detailnya? Dan lebih penting lagi, jawaban yang benar dan tepat! Ya, kan?

Soal pengalamanku di bandara, kapan-kapan aja deh.. Dah kutulis benernya.. Tapi pake bahasa Jepang.. haha..
Dipikir-pikir, dah lama ga nulis postingan pake bahasa Indonesia.. Soalnya, ada orang yang kalo aku nulis pake bahasa Indonesia, dia pasti langsung minta terjemahannya dalam bahasa Jepang atau Inggris.. Karena kami berkomunikasi menggunakan kedua bahasa tersebut..
Hauh.. ngantuk!

Jumat, Desember 06, 2013

Memories are such a great things!!

Especially your childhood memories..
My parents' friends when we lived in Sibolga, North Sumatera suddenly came and started to talk about, yeah, things you usually talks in a reunion.. what you're doing now, what's everybody who isn't in the reunion is doing, things you used to do back then.. not much..
Okay.. things you used to back then.. they bring back memories..
I was always smiling when they're talking about things in Sibolga.. but actually I'm trying so hard not to shed my tears, because I realized how I missed the place I spent my childhood.. and to make it worse, the memories had blurred.. I can't picture it well.. the look, the color of the sky, the smell, the sound of the sea.. It's kinda frustrating.. and a couple of dreams about Sibolga that I had in my sleeps before..
God.. I need to go back there someday.. No, I will go back there someday..

Senin, Desember 02, 2013

「あの子は今きっと、自分の無力さに気づいて、悔しがって泣いている。でも、それはポイントじゃない。悔しがって泣き終わって、その無力の状態から脱出方法を見つかり、自分だけでなく、周りの生き物にも役立つの人間になるためにしなきゃならないことをするのがポイントである」
なんか常套句、、